Gambar Ilustrasi

SIAK – Sebanyak 29 siswa Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, dilaporkan mengalami mual dan muntah yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan tersebut disebut mulai dirasakan sejak Jumat (9/10/2026).

Peristiwa ini menjadi perhatian setelah puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG. Sejumlah siswa bahkan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Lubuk Dalam dan rumah sakit di wilayah Kerinci.

Berdasarkan keterangan salah seorang siswa, keluhan mual dan muntah mulai dirasakan setelah mereka menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG.

“Dari hari Jumat, setelah makan MBG, awalnya kami merasa mual dan muntah,” ungkap salah seorang siswa.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan oleh pihak berwenang.

Bahan Makanan Dipasok Dua SPPG

Pihak Ponpes Al Amin menjelaskan bahwa makanan yang disajikan kepada para siswa berasal dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut keterangan pihak pondok pesantren, SPPG Rawang Kao menyediakan ayam yang telah diungkep. Sementara itu, SPPG KLO 11 Koto Gasib memasok tempe dan sambal dalam kondisi masih mentah.

Bahan makanan tersebut disebut tiba sekitar pukul 03.00 WIB. Selanjutnya, pihak pondok pesantren melakukan proses memasak sebelum makanan disajikan dan dikonsumsi bersama oleh para siswa.

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa dilaporkan mengalami mual dan muntah. Meski demikian, hubungan langsung antara makanan yang dikonsumsi dan gangguan kesehatan para siswa masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak pondok pesantren, sekitar 29 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Lubuk Dalam, sedangkan dua siswa lainnya yang mengalami kondisi lebih serius dirujuk ke rumah sakit di wilayah Kerinci.

Adapun jumlah keseluruhan siswa yang dilaporkan mengalami keluhan disebut mencapai 32 orang. Data mengenai jumlah pasien yang dirawat dan dirujuk masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait.

Sampel Makanan Diperiksa Dinas Kesehatan

Pihak Puskesmas Lubuk Dalam melalui Syarifudin menyampaikan bahwa sampel makanan yang berkaitan dengan kejadian tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.

Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri kemungkinan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa, termasuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

“Untuk saat ini, sampel masih dalam pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, termasuk sampel makanan dari dapur Pondok Pesantren Al Amin. Insyaallah, hasil pemeriksaan sampel akan keluar dalam waktu tiga hari kerja,” ujar Syarifudin.

Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab munculnya keluhan mual dan muntah yang dialami para santri.

Korcam SPPG Sebut Investigasi Masih Berlangsung

Untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, wartawan melakukan wawancara dengan Vebri selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami siswa Ponpes Al Amin.

Wawancara tersebut dilakukan untuk meminta keterangan mengenai kronologi kejadian, proses penyediaan dan pendistribusian makanan MBG, serta langkah penanganan setelah adanya laporan siswa mengalami mual dan muntah.

Dalam wawancara itu, Vebri menyampaikan bahwa dirinya belum dapat memberikan keterangan secara lengkap mengenai kejadian tersebut.

Saat ditanya mengenai kunjungannya ke Puskesmas Lubuk Dalam, ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut berkaitan dengan proses investigasi.

Wartawan juga menanyakan keberadaan tenaga ahli gizi dalam penanganan persoalan tersebut. Vebri mengatakan tenaga ahli gizi masih dalam perjalanan dan meminta agar keterangan lebih lanjut ditunggu sekitar empat hari.

Hingga berita ini diterbitkan, penjelasan lengkap dari pihak SPPG mengenai kronologi kejadian, pengawasan keamanan pangan, serta hasil investigasi masih diperlukan untuk melengkapi informasi kepada masyarakat.

Keamanan Pangan MBG Jadi Perhatian

Kasus yang dialami puluhan siswa Ponpes Al Amin ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, mulai dari pengadaan bahan makanan, proses pengolahan, hingga pendistribusian dan penyajian kepada penerima manfaat.

Kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam setiap tahapan penyediaan makanan juga diperlukan agar proses evaluasi dapat dilakukan secara objektif berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan.

Namun, hingga saat ini belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa makanan MBG merupakan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Dugaan keterkaitan antara makanan yang dikonsumsi dan keluhan mual serta muntah tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan keterangan resmi dari instansi berwenang.

Masyarakat diharapkan menunggu hasil pemeriksaan resmi agar penyebab kejadian dapat diketahui secara jelas dan tidak menimbulkan kesimpulan prematur terhadap pihak tertentu.(rls)