JAKARTA – Di tengah tantangan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak terhadap kemampuan fiskal dan pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus bergerak mencari peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Di bawah kepemimpinan Plt Bupati H. Muklisin, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan program pembangunan strategis tetap berjalan, terutama di sektor pendidikan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Salah satu langkah konkret tersebut ditunjukkan Muklisin dengan memperjuangkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Kuantan Singingi untuk tahun anggaran 2027.

Pada Rabu (4/11/2026), Muklisin didampingi Asisten Administrasi Umum Drs. Azhar, Kadisdik H. Herizon, Plt Kadis Perkim, serta Kabag Prokopim Zainal, mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Rapat yang membahas program pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi tersebut dipimpin Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Dr. Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D.

Kegiatan itu juga diikuti sejumlah kabupaten di Provinsi Riau, yakni Kuantan Singingi, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Rokan Hulu.

Dalam pemaparannya, Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang sebagai model sekolah modern dengan sistem pengelolaan dan pembelajaran yang mengacu pada praktik pendidikan maju di luar negeri, khususnya London.

Sekolah tersebut nantinya akan menerapkan sistem pendidikan terpadu dengan penguatan kompetensi global. Bahkan, peserta didik direncanakan mendapatkan pembelajaran sedikitnya lima bahasa asing.

Untuk tahun 2027, pemerintah pusat mengalokasikan kuota pembangunan sebanyak 50 titik Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia. Sementara itu, hingga saat ini sudah terdapat sekitar 40 daerah yang mengajukan permohonan dan proposal pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Muklisin menyampaikan kesiapan Kabupaten Kuantan Singingi untuk menjadi salah satu daerah penerima program pembangunan SNT tahun 2027.

Ia optimistis Kuansing memiliki peluang besar karena seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan Kemendikdasmen telah dipenuhi. Bahkan, dari sejumlah kabupaten di Provinsi Riau yang mengikuti proses tersebut, Kuansing disebut telah melengkapi persyaratan paling lengkap.

“Secara administrasi, seluruh persyaratan yang diminta kementerian sudah kita penuhi. Untuk Provinsi Riau, persyaratan Kabupaten Kuantan Singingi juga termasuk yang paling lengkap. Saat ini kita tinggal menunggu hasil verifikasi dari pihak kementerian,” ungkap Muklisin optimistis.

Muklisin berharap ikhtiar tersebut membuahkan hasil sehingga Kuansing dapat memperoleh kepercayaan pemerintah pusat untuk membangun Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2027.

Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut akan menjadi investasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih maju dan berkualitas bagi generasi muda Kuantan Singingi.

Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan fiskal daerah akibat pengurangan TKD tidak boleh menghentikan langkah pemerintah daerah dalam memperjuangkan pembangunan dan menghadirkan program strategis yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (B)