
SIAK (R24) – Warga Kampung Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Riau, dibuat resah dengan dugaan peredaran uang palsu pecahan Rp50 ribu. Uang tersebut diduga digunakan untuk melakukan transaksi pembelian minyak Pertalite dan sejumlah barang di warung warga pada malam hari.
Salah seorang warga yang mengaku menjadi korban adalah Suwarti Fitri, pedagang Pertamini di Kampung Tuah Indrapura. Kepada awak media, Minggu (4/10/2026), Suwarti menceritakan dirinya diduga menjadi korban transaksi menggunakan uang palsu oleh seorang pemuda.
Menurut Suwarti, kejadian bermula setelah shalat Magrib. Saat itu, seorang pemuda datang ke warungnya menggunakan sepeda motor BM 6707 ZT dan meminta dibelikan minyak Pertalite senilai Rp50 ribu.

“Dia datang dan bilang mau beli minyak. Setelah saya isi, saya tanya harganya dan dia bilang Rp50 ribu. Saya juga sempat bertanya mau ke mana dan tinggal di mana. Dia menjawab mau ke Paket D2 dan mengaku tinggal di Paket C4,” ujar Suwarti.
Setelah minyak diisi, pemuda tersebut kemudian mengeluarkan uang pecahan Rp50 ribu dari sakunya. Namun, saat diperiksa, Suwarti mendapati uang tersebut diduga palsu.
“Saya langsung bilang, Bang, uang ini palsu. Dia menjawab tidak tahu dan mengaku mendapat uang itu dari temannya. Setelah itu dia buru-buru hendak pergi,” katanya.
Suwarti kemudian berteriak meminta pemuda tersebut berhenti. Dalam upaya melarikan diri, pemuda itu disebut sempat terjatuh beberapa meter dari warung.
Karena merasa khawatir, Suwarti memanggil saudaranya. Setelah diperiksa kembali, uang pecahan Rp50 ribu tersebut diyakini palsu. Pemuda itu kemudian berhasil menyalakan sepeda motornya dan melarikan diri.
Diduga Kembali Beraksi di Pasar Minggu:
Kasus serupa diduga kembali terjadi dua hari kemudian di Pasar Minggu Buantan Lestari, yang berada di wilayah perbatasan Kampung Tuah Indrapura dan Kemuning Muda.
Menurut Suwarti, seseorang yang diduga sama kembali melakukan transaksi menggunakan uang pecahan Rp50 ribu. Kali ini, pelaku diduga membeli minyak dan sejumlah barang dengan total transaksi sekitar Rp100 ribu.
“Kebetulan saudara saya pergi ke pasar dan melihat orang yang menipu saya kemarin. Dia sedang membeli minyak. Saudara saya kemudian memberi tahu pedagang agar memeriksa uang yang diterima,” ungkapnya.
Setelah diperiksa, uang yang digunakan dalam transaksi tersebut kembali diduga merupakan uang palsu.
Saudara Suwarti kemudian berusaha mengejar pemuda tersebut dan sempat merekamnya menggunakan telepon seluler. Namun, pemuda itu berhasil melarikan diri karena menggunakan sepeda motor.
Penghulu Imbau Pedagang Waspada:
Penghulu Kampung Tuah Indrapura, Shodikin, membenarkan adanya warga yang menjadi korban dugaan transaksi menggunakan uang palsu.
Ia mengatakan informasi yang diterimanya menyebutkan pelaku diduga beraksi pada malam hari, baik di warung yang sepi maupun lokasi yang ramai seperti pasar.
“Benar, ada warga saya yang menjadi korban dugaan penipuan menggunakan uang palsu. Informasinya, pelaku diduga orang Paket C4. Mereka melakukan aksinya pada malam hari, baik di warung maupun tempat ramai seperti pasar,” ujar Shodikin.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya pedagang yang berjualan pada malam hari, agar lebih berhati-hati ketika menerima uang tunai dari pembeli.
“Kenali pembeli dan tanyakan alamatnya jika ada indikasi mencurigakan dalam transaksi. Jangan mudah percaya begitu saja,” imbaunya.
Shodikin juga berharap aparat kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga mengedarkan uang palsu tersebut.
“Kami berharap aparat kepolisian dapat menyelidiki dan menangkap pelaku, sehingga bisa diketahui apakah ada jaringan yang menyebarkan uang palsu di Kecamatan Bungaraya, khususnya di Kampung Tuah Indrapura,” pungkasnya. (Mg)
